Pemberlakuan Aturan Baru untuk Kenaikan Jabatan Fungsional Dosen

, , ,

Edaran Dirjen Dikti no. 177/E.E4/AJ/2014 tentang Perlakuan Usulan Kenaikan Jabatan Pangkat Dosen terkait Permenpan 17 tahun 2013 dan Permenpan 46 tahun 2013

Isinya:

1. Berkas usulan kenaikan pangkat/jabatan fungsional dosen yang masuk Universitas sebelum tanggal 10 Maret 2014 dan sudah diterima Ditjen Dikti sebelum tanggal 10 Mei 2014 akan dinilai dengan ketentuan lama sesuai Kepmenkowasbangpan No.38/KEP/MK.WASPAN/8/1999 tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya dengan Lampiran: I II III  atau langsung di SINI

2. Berkas usulan kenaikan pangkat/jabatan fungsional dosen yang masuk di Universitas sebelum tanggal 10 Maret 2014 dan diterima Ditjen Dikti setelah tanggal 10 Mei 2014 akan dikembalikan untuk dinilai ulang PT/Kopertis dengan ketentuan baru sesuai PerMenpan no. 46 Tahun 2013 tentang Perubahan atas PerMenpan no.17 Tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional dosen dan 6 Lampiran

3. Berkas usulan kenaikan pangkat/jabatan fungsional dosen yang masuk di Universitas SETELAH tanggal 10 Maret 2014 agar dinilai sesuai kententuan baru ( Permenpan no. 17 tahun 2013 dan Permenpan no.46 Tahun 2013)

Foto kopi Surat Edaran Dirjen Dikti dapat dilihat di Sekretariat Senat.

Pendaftaran SNMPTN, Siswa dan Kepala Sekolah Diharap Cermat

, , ,

Sekolah dan siswa dihimbau supaya cermat dalam mengikuti proses Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014. Kecermatan diperlukan sejak sekolah mulai mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), verifikasi oleh siswa, dan pendaftaran oleh siswa.

Pembantu Rektor Bidang Akademik Dr Agus Wahyudin MSi menegaskan hal itu saat menyosialisasikan SNMPTN kepada kepala sekolah se-Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Kendal, Kamis (16/1) di Auditorium Unnes Kampus Sekaran Gunungpati.

“Kesalahan kecil yang dilakukan kepala sekolah dan mengabaikan sistem, berdampak siswa gagal mendaftar. Karenanya mekanisme ini perlu disampaikan kepada seluruh guru dan siswa di sekolah masing-masing,” tuturnya di hadapan lima ratusan peserta sosialisasi.

Agus Wahyudin mengungkapkan, sekolah yang siswanya diperbolehkan mengikuti SNMPTN adalah sekolah yang memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan mengikuti ujian nasional. Keikutsertaan sekolah untuk mengikuti seleksi nasional itu sangat bergantung dari keaktifan sekolah dan siswanya dalam mengikuti aturan yang ditetapkan panitia SNMPTN.

Sementara itu, Ketua Badan Pengembangan Teknologi dan Informasi (BPTIK) Unnes Sugiyanto MSi menambahkan, hal yang perlu diperhatikan dalam pengisian PDSS, kepala Sekolah harus bertanggung jawab penuh atas pengisian PDSS. “Kejujuran sangat diharapkan dalam proses ini,” tegasnya.

Namun, lanjutnya, siswa diharuskan melakukan verifikasi data untuk mengonfirmasi bahwa data yang diisikan oleh kepala sekolah adalah benar. Jika siswa tidak melakukan verifikasi, secara otomatis data yang diisikan oleh Kepala Sekolah dianggap benar.

“Untuk itu, dalam mengisikan data di PDSS sekolah tidak terlalu dekat dengan penutupan, agar siswa memperoleh waktu yang cukup untuk verifikasi,” ujar Sugiyanto.

Adapun, siswa yang berhak mengikuti SNMPTN, kata Sugiyanto, adalah yang memiliki rekam jejak prestasi akademik di PDSS, mengikuti ujian nasional pada 2013 atau 2014, memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan terdaftar di PDSS, serta memiliki nilai rapor semester 1 sampai semester 5 yang diisikan datanya ke PDSS.

Berbeda dengan SNMPTN 2013, lanjutnya, pada 2014 setiap siswa dapat memilih sebanyak-banyaknya tiga program studi di dua PTN dengan ketentuan di satu PTN memilih maksimal dua program studi. “Apabila memilih dua PTN, salah satunya harus berada di provinsi yang sama dengan asal sekolah, Jika memilih satu PTN dapat di mana saja,” papar Sugiyanto

Pengisian PDSS dimulai pada 6 Januari hingga 6 Maret 2014. Pendaftaran SNMPTN dilaksanakan pada 17 Februari hingga 31 Maret 2014. Adapun proses seleksi dilakukan pada 1 April hingga 26 Mei 2014 dan hasilnya akan diumumkan pada 27 Mei 2014.

 

sumber: unnes.ac.id

Prof Sugiyo Bimbing Siswa SD Meraih Cita-Cita

, , ,

Di tengah-tengah keasyikan siswa kelas IV A SD Islam Istiqomah Ungaran Semarang, pakar Bimbingan dan Konseling Prof Dr Sugiyo MSi memberikan motivasi meraih cita-cita dengan pembelajaran aktif, Kamis (5/12).

Profesor Bimbingan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang (FIP Unnes) ini menunjukkan kemahirannya mengolah topik pembelajaran di kelas tanpa pemberitahuan pada siswa sebelumnya.

“Apa yang harus dilakukan untuk meraih cita-cita?”, tanyanya setelah mendengar beragam cita-cita siswa.

“Belajar,” kompak siswa menjawab dengan teriakan khas anak-anak.

Tak berhenti di situ, siswa diberikan pemahaman tentang bagaimana cara mereka untuk meraih cita-cita.

Sama halnya dengan kelas IV A, Prof Sugiyo juga tampil dikelas IV B tanpa pemberitahuan. Sontak riuh tepuk tangan siswa menyambut kedatangannya.

Menurut Muhajir, salah seorang guru SD Islam Istiqomah, program Professors Go To School mampu memberikan motivasi bagi siswa dalam memperoleh gambaran sosok seorang profesor.

“Selain itu, kehadiran Prof Sugiyo sangat membantu dalam mengatasi permasalahan penerapan Kurikulum 2013,” tambahnya.

Seusai mengajar, Prof Sugiyo bersama Kepala Sekolah Maskur SPdI dan beberapa guru berdikusi mengenai kesulitan penerapan Kurikulum 2013. Penilaian bagi siswa SD dalam Kurikulum 2013 memang menjadi kendala guru. Sebagian besar guru menyampaikan kesulitannya dalam memberikan penilaian rapot kepada siswa karena berbentuk deskriptif.

“Tidak ada patokan kalimat yang standar untuk memberikan nilai A bagi siswa,” kata Maskur SPdI dalam diskusi di ruang perpustakaan SDI Istiqomah.

“Seharusnya, memang ada semacam kesepakatan antarguru minimal se-Unit Pelaksana Teknis Dinas Daerah mengenai penilaian tersebut,” ungkap Prof Sugiyo memberikan solusi dan berjanji akan menyampaikan permasalahan guru pada pihak terkait.

Sumber: unnes.ac.id

Dari Prof Hardi untuk 100 Guru MTs soal Kurikulum

, , ,

Di hadapan lebih dari 100 guru Madrasah Tsanawiyah (MTs), Prof Hardi Suyitno, pakar matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (Unnes) menyampaikan materi Implementasi Kurikulum 2013. Forum yang dikemas dalam bentuk seminar itu digelar pada Minggu (1/12), di MTs Asy Syarifah Kecamatan Mranggen Demak.

Prof Hardi sengaja memilih turun ke MTs, “di lingkungan kementerian Agama khususnya MTs sama sekali belum terjamah, agar penerapan kurikulum baru ini lebih baik, lancar maka perlu pendampingan dan mengenalkan kepada mereka,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan, menurut sahabat Nabi Muhammad SAW, Ali bin Abu Tholib, “Didiklah anak-anakmu, kelak mereka akan mengalami jaman yang berbeda”. “Ini bukti bahwa hidup itu dinamis, begitu juga kurikulum, senantiasa berubah sesuai kondisi zaman,” katanya.

Menurut Prof Hardi, perubahan kurikulum sebuah keniscayaan. “Sekolah itu bagaikan negara. Di dalammya ada sistem yang secara dinamis berubah dan berkembang. Kepala madrasah dan guru bagian dari sistem itu,” katanya.

Prof Hardi mengibaratkan sebuah keluarga yang ingin masak nasi goreng, sebagai bahan dasarnya adalah nasi, sedangkan bumbu yang lain, ingin rasa apa, campurannya apa, yang biasa atau spesial tergantung kepada keinginan anggota keluarga.

Sedangkan negara, dasarnya Pancasila, sekolah, panduannya kurikulum, Kepala sekolah, guru, bagian integral dari itu. “Syarat yang harus dipenuhi agar pembelajaran berkualitas, pengembangan kurikulum sesuai dengan prosedur yang benar, waktu yang memadai, oleh orang-orang yang berkompeten dan siap serta supervisi yang baik,” katanya.

Dia menyatakan perlunya kerja sama antara sekolah dan pemangku kepentingan, perguruan tinggi. Karena MTs di bawah Kementerian Agama, maka ia harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai agama termasuk karakter ke dalam setiap mata pelajaran.

Drs Ngabiyanto MSi selaku koordinator program mengemukakan, seminar yang dilaksanakan dalam program Professors Go to Schools ini tidak hanya untuk satu sekolah di MTs Asy Syarifah, tetapi sampai juga MTs se-Kecamatan Mranggen.

Menurutnya, program ini sengaja diluncurkan Unnes untuk membantu mencairkan masalah di sekolah terkait dengan pembelajaran, terutama dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013.

“Sebagai jenderalnya perguruan tinggi, sosok profesor yang bertandang dan mengajar di sekolah, diharapkan jadi inspirasi dan motivator bagi guru maupun siswa dalam meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujarnya.

Sementara itu, Ulin Nuha SS, Kepala MTs Asy Syarifah menyambut gembira prakarsa tersebut. Dia berkata, MTs yang dipimpinnya dan sekolah pada umumnya di Mranggen sangat membutuhkan kehadiran profesor.

Drs Pribadi MAg, pengawas MTs Mranggen mengapresiasi program ini. Dia mengemukakan, dengan pendampingan dan pembimbingan Prof Hardi, harapannya guru guru MTs akan paham membuat dan menyajikan perangkat pembelajaran yang benar sesuai dengan amanah kurikulum.

Sumber: unnes.ac.id

Prof Yahmo Tanamkan Nilai Pancasila pada Siswa SMA

, , ,

Pakar filsafat Pancasila dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof Dr Suyahmo MSi, mengajarkan nilai filsafat Pancasila kepada siswa SMA N 1 Demak, Selasa (3/12).

Dia hadir untuk program Professor Go to School. Sebagaimana di sekolah lain, di sekolah itu program ini direspons positif oleh siswa dan guru. Bahkan mereka meminta Prof Yahmo, panggilan akrabnya, datang lagi ke sekolah.

Di hadapan 42 siswa, dia bertanya, “Pancasila adalah dasar terhadap negara Republik Indonesia (RI). Jika negara RI adalah rumah, maka dasarnya apa?”

Siswa pun menjawab, “Fondasi!  Pancasila!”

“Hebat!” puji Prof Yahmokepada siswa yang berani menjawab dan benar itu.

Lagi, Prof Yahmo mengajukan pertanyaan. “Perbuatan jujur dan adil itu termasuk bela negara. Apakah perbuatan tidak jujur itu termasuk dalam bela negara?”

Seorang siswa menjawab, “Termasuk bela negara, Pak, jika untuk kepentingan negara. Maksudnya, dalam situasi atau kondisi tertentu, perbuatan tidak jujur pun termasuk bela negara.”

“Mengapa? Apa contohnya?” kejar Prof Yahmo.

“Contohnya sadap-menyadap. Itu merupakan perbuatan tidak benar. Namun kalau untuk kepentingan orang banyak, untuk negara, maka perbuatan tersebut dapat dibenarkan. Perbuatan itu dilakukan dalam konteks apa dulu, Pak. Kalau merugikan orang lain, itu bukan bela negara tetapi ketidakjujuran. Kalau sadap-menyadap itu dilakukan untuk kepentingan negara, maka termasuk bela negara,” jawab seorang siswa,

Pakar filsafat itu pun, mengangguk luar biasa, dengan senyum memberi hadiah.

Selain itu, Prof Yahmo juga menjelaskan dan bertanya kepada siswa terkait dengan dasar negara, Pancasila, logika dasar negara dan negara, bentuk pengamalan Pancasila, hubungan antara Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, bela negara, hak dan kewajiban warga negara, serta korupsi.

Koordinator program Profesor Mengajar di Sekolah Ngabiyanto MSi pada saat yang bersamaan dia juga masuk ke kelas untuk berbicara mengenai Unnes Konservasi. Di hadapan 100-an siswa, dia menjelaskan dan mengenalkan gambaran konservasi yang telah dilaksanakan di Unnes.

Kepala Sekolah Suyanto MPd menyampaikan apresiasi atas pendampingan oleh profesor di sekolah ini.

Sumber: unnes.ac.id

Prof Etty Soroti Kebijakan Publik, Prof Fakhrudin Usulkan Evaluasi Program PLS

, , ,

Dua profesor baru Universitas Negeri Semarang (Unnes) dikukuhkan oleh Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum, Selasa (22/10), di auditorium Unnes kampus Sekaran. Prof Dr Etty Soesilowati MSi dari Fakultas Ekonomi (FE) dikukuhkan sebagai profesor bidang Kebijakan Pubik dan Prof Dr Fakhrudin MPd dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) sebagai profesor bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS).

Prof Etty dalam pidato pengukuhannnya menyoroti kebijakan publik di Tanah Air yang ditengarai sarat kepentingan asing. Menurutnya, salah satu parameter keberhasilan negara adalah lahirnya kebijakan publik yang berkualitas. “Sayangnya, di Indonesia tidak sedikit kebijakan publik justru proasing dan merugikan masyarakat,” ungkapnya.

Menurut perempuan kelahiran Malang 18 April 1963 ini, tiga sebab utama yang membuat kebijakan publik di Indonesia justru tidak menguntungkan masyarakat adalah intervensi asing, pengaruh politik, dan persekongkolan negara dengan perusahaan.

Sebab pertama dapat dilihat dari undang-undang (UU) dan rancangan undang-undang (RUU) yang terindikasi dipengaruhi IMF, World Bank, dan USAID. Undang-undang yang dimaksud, antara lain Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas dan Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.

“Air yang kita konsumsi setiap hari, yang tersaji di kantor-kantor pemerintah sampai rumah tukang becak, adalah air produksi perusahaan asing. Padahal, di Undang-Undang Dasar 1945 jelas diatur, bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara, tapi kenapa diprivatisasi,” katanya.

Pengaruh politik (political interest), lanjut dia, terjadi karena pengambil kebijakan di negeri ini pada umumnya berlatar belakang partai politik. Berdasarkan catatannya, ada 13.500 peraturan daerah (perda) yang dievaluasi oleh Kementerian Dalam Negeri. Salah satunya karena bias politik.

Persekongkolan perusahaan negara dan perusahaan juga disebutnya memengaruhi kualitas kebijakan publik di Tanah Air. Contoh ini dapat diamati pada undang-undang pertembakauan. Menurut Prof Etty, beberapa pasal yang menetapkan standar internasional atas tembakau lokal akan mengancam petani tembakau lokal.

Prof Etty menyampaikan kebijakan publik model hybrid agar kualitas kebijakan publik yang diambil lebih berkualitas. Model hybrid adalah sintesa model top down dan bottom up. Dalam model hybrid tujuan awal bukan satu-satunya hal terpenting pengambilan keputusan. Ada negosiasi antara pengambil kebijakan dan masyarakat sehingga terbuka tujuan-tujuan baru.

Pemberdayaan Tak Memberdayakan

Pada kesempatan yang sama, Prof Fakhrudin mengoreksi berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan luar sekolah yang ternyata tidak memberdayakan. Menurutnya, beberapa program pendidikan luar sekolah memiliki kebermanfaatan rendah bagi masyarakat sehingga perlu dievaluasi.

“Kalau berdasarkan penilaian kok kebermanfaataannya rendah, program harus dievaluasi. Bahkan kalau ternyata tidak memiliki kebermnafaatan, perlu dihentikan,” tandasnya.

Ia mengajukan paradigma baru pemberdayaan masyarakat dengan menempatkan masyarakat sebagai subjek. Secara konseptual, menurutnya, pendidikan luar sekolah harus dari, oleh, dan untuk masyarakat. Bahkan, PLS tidak hanya perlu diberikan kepada masyarakat tertinggal, tetapi juga untuk masyarakat perkotaan berpendidikan tinggi.

Prof Fakhrudin mengusulkan asesment (evaluasi) PLS yang memperhitungan tiga hal sekaligus, yakni konteks, latar belakang masyarakat, dan dampak. “Evaluasi dampak perlu jadi perhatian serius untuk memutuskan apakah sebuah program harus dilanjutkan atau tidak,” katanya.

Sumber: unnes.ac.id

7 Oktober Rapat Pleno Senat

, , ,

Senat Universitas Negeri Semarang (Unnes) akan menyelenggarakan rapat pleno senat pada tanggal 7 Oktober 2013 pukul 12.30 sampai dengan selesai di ruang Senat Gedung H lantai 4. Rapat pleno senat membahas agenda persetujuan usulan profesor untuk Dr. Sugiharto, MS, dari FIK dan Dr. Teguh Supriyanto, M.Hum dari FBS. Selain itu, Rektor juga akan menyampaikan informasi universitas di forum tersebut. Rapat pleno akan dilanjutkan dengan rapat komisi yang dipimpin oleh ketua dan sekretaris komisi. Rapat komisi akan membahas rencana program kegiatan masing masing komisi sebagai bentuk penguatan fungsi senat. Rapat pleno senat akan dipimpin oleh Ketua Senat, Prof. Dr. Samsudi, M.Pd.

Dr. Ir. Priyantini disetujui untuk diusulkan profesor

, , ,

Rapat pleno senat pada hari Selasa 27 Agustus 2013 sepakat menyetujui usulan profesor untuk Dr. Ir. Priyantini W., M.S dari FMIPA untuk dilanjutkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Alumni Ilmu Ternak IPB yang lulus tahun 2001 ini diusulkan memperoleh jabatan akademik profesor bidang Ekofisiologi Hewan. Selain menyetujui usulan profesor, rapat pleno juga menyetujui 12 dosen yang mengajukan jabaan akademik lektor kepala.
Rektor juga menyampaikan informasi universitas di hadapan rapat pleno mengenai penerimaan mahasiswa baru tahun 2013, dan penerimaan penghargaan Unnes sebagai instansi dengan layanan prima. Yang membanggakan adalah, di antara instansi peraih penghargaan layanan prima, Unnes meraih urutan pertama dengan total nilai tertinggi.

Prof. Etty dan Prof. Fakhrudin Ikuti Rapat Pleno Perdana

, , ,

Prof. Dr. Etty Susiolowati dari Fakultas Ekonomi dan Prof. Dr. Fakhrudin, M.Pd. dari Fakultas Ilmu Pendidikan, besok Selasa, 27 Agustus 2013 pukul 13.00 akan mengikuti rapat pleno senat Unnes untuk pertama kalinya. Kedua profesor tersebut adalah profesor terbaru yang dimiliki Unnes berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di tahun ini. Sebelumnya, Prof Etty dan Prof Fakhrudin telah bersama sama anggota senat Unnes mengikuti upacara peringatan hari kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 2013 di lapangan FIK Unnes.

Rapat pleno senat tanggal 27 Agustus 2013 akan membahas agenda: persetujuan usulan profesor a.n. Dr. Ir. Priyantini Widiyaningrum, M.S., persetujuan usulan kenaikan pangkat a.n. Prof. Dr. Joko Widodo, M.Pd. dan Prof. Dr. Tri Marhaeni Puji Astuti, M.Hum, dan persetujuan usulan kenaikan pangkat/jabatan akademik lektor kepala kepada beberapa dosen Unnes. (M.K)

Prof. Dr. Siti Sundari Miswadi telah Menghadap ke YME

, , ,

 

Anggota Senat Universitas Negeri Semarang yang juga profesor Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang (FMIPA-Unnes) Prof Dr Siti Sundari Miswadi MSi meninggal dunia di RS Karyadi Semarang, Selasa (2/7) pukul 17.00.

Dekan FMIPA Prof Wiyanto mengabarkan bahwa  “Almarhumah akan dikebumikan hari Rabu (3/7) di pemakaman Trunojoyo Banyumanik pukul 13.00 berangkat dari rumah duka Jalan Rasamala Raya No 26 RT 07/08 Banyumanik Semarang, kata Dekan FMIPA.

Sebelumnya, kata Dekan FMIPA akan diadakan upacara persemayaman jenazah di auditorium Unnes kampus Sekaran pukul 10.30.

Berdasarkan data di Bagian Kepegawaian, Prof Dr Siti Sundari Miswadi MSi lahir di Semarang, 18 April 1952. Dia masih aktif menjadi Guru Besar dengan pangkat terakhir Pembina utama (IV/e).

“Keluarga besar FMIPA berduka cita atas kepergian beliau. Semoga almarhumah diterima di sisi-Nya,” katanya.

Prof Dr Siti Sundari Miswadi MSi adalah doktor ilmu Kimia Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Pendidikan magister pada bidang lingkungan ia tempuh pada perguruan tinggi yang sama. Adapun pendidikan S1 ia tempuh di Universitas Negeri Semarang pada program Pendidikan Kimia.