Prof Yahmo Tanamkan Nilai Pancasila pada Siswa SMA

Pakar filsafat Pancasila dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof Dr Suyahmo MSi, mengajarkan nilai filsafat Pancasila kepada siswa SMA N 1 Demak, Selasa (3/12).

Dia hadir untuk program Professor Go to School. Sebagaimana di sekolah lain, di sekolah itu program ini direspons positif oleh siswa dan guru. Bahkan mereka meminta Prof Yahmo, panggilan akrabnya, datang lagi ke sekolah.

Di hadapan 42 siswa, dia bertanya, “Pancasila adalah dasar terhadap negara Republik Indonesia (RI). Jika negara RI adalah rumah, maka dasarnya apa?”

Siswa pun menjawab, “Fondasi!  Pancasila!”

“Hebat!” puji Prof Yahmokepada siswa yang berani menjawab dan benar itu.

Lagi, Prof Yahmo mengajukan pertanyaan. “Perbuatan jujur dan adil itu termasuk bela negara. Apakah perbuatan tidak jujur itu termasuk dalam bela negara?”

Seorang siswa menjawab, “Termasuk bela negara, Pak, jika untuk kepentingan negara. Maksudnya, dalam situasi atau kondisi tertentu, perbuatan tidak jujur pun termasuk bela negara.”

“Mengapa? Apa contohnya?” kejar Prof Yahmo.

“Contohnya sadap-menyadap. Itu merupakan perbuatan tidak benar. Namun kalau untuk kepentingan orang banyak, untuk negara, maka perbuatan tersebut dapat dibenarkan. Perbuatan itu dilakukan dalam konteks apa dulu, Pak. Kalau merugikan orang lain, itu bukan bela negara tetapi ketidakjujuran. Kalau sadap-menyadap itu dilakukan untuk kepentingan negara, maka termasuk bela negara,” jawab seorang siswa,

Pakar filsafat itu pun, mengangguk luar biasa, dengan senyum memberi hadiah.

Selain itu, Prof Yahmo juga menjelaskan dan bertanya kepada siswa terkait dengan dasar negara, Pancasila, logika dasar negara dan negara, bentuk pengamalan Pancasila, hubungan antara Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, bela negara, hak dan kewajiban warga negara, serta korupsi.

Koordinator program Profesor Mengajar di Sekolah Ngabiyanto MSi pada saat yang bersamaan dia juga masuk ke kelas untuk berbicara mengenai Unnes Konservasi. Di hadapan 100-an siswa, dia menjelaskan dan mengenalkan gambaran konservasi yang telah dilaksanakan di Unnes.

Kepala Sekolah Suyanto MPd menyampaikan apresiasi atas pendampingan oleh profesor di sekolah ini.

Sumber: unnes.ac.id

Prof Etty Soroti Kebijakan Publik, Prof Fakhrudin Usulkan Evaluasi Program PLS

Dua profesor baru Universitas Negeri Semarang (Unnes) dikukuhkan oleh Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum, Selasa (22/10), di auditorium Unnes kampus Sekaran. Prof Dr Etty Soesilowati MSi dari Fakultas Ekonomi (FE) dikukuhkan sebagai profesor bidang Kebijakan Pubik dan Prof Dr Fakhrudin MPd dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) sebagai profesor bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS).

Prof Etty dalam pidato pengukuhannnya menyoroti kebijakan publik di Tanah Air yang ditengarai sarat kepentingan asing. Menurutnya, salah satu parameter keberhasilan negara adalah lahirnya kebijakan publik yang berkualitas. “Sayangnya, di Indonesia tidak sedikit kebijakan publik justru proasing dan merugikan masyarakat,” ungkapnya.

Menurut perempuan kelahiran Malang 18 April 1963 ini, tiga sebab utama yang membuat kebijakan publik di Indonesia justru tidak menguntungkan masyarakat adalah intervensi asing, pengaruh politik, dan persekongkolan negara dengan perusahaan.

Sebab pertama dapat dilihat dari undang-undang (UU) dan rancangan undang-undang (RUU) yang terindikasi dipengaruhi IMF, World Bank, dan USAID. Undang-undang yang dimaksud, antara lain Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas dan Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.

“Air yang kita konsumsi setiap hari, yang tersaji di kantor-kantor pemerintah sampai rumah tukang becak, adalah air produksi perusahaan asing. Padahal, di Undang-Undang Dasar 1945 jelas diatur, bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara, tapi kenapa diprivatisasi,” katanya.

Pengaruh politik (political interest), lanjut dia, terjadi karena pengambil kebijakan di negeri ini pada umumnya berlatar belakang partai politik. Berdasarkan catatannya, ada 13.500 peraturan daerah (perda) yang dievaluasi oleh Kementerian Dalam Negeri. Salah satunya karena bias politik.

Persekongkolan perusahaan negara dan perusahaan juga disebutnya memengaruhi kualitas kebijakan publik di Tanah Air. Contoh ini dapat diamati pada undang-undang pertembakauan. Menurut Prof Etty, beberapa pasal yang menetapkan standar internasional atas tembakau lokal akan mengancam petani tembakau lokal.

Prof Etty menyampaikan kebijakan publik model hybrid agar kualitas kebijakan publik yang diambil lebih berkualitas. Model hybrid adalah sintesa model top down dan bottom up. Dalam model hybrid tujuan awal bukan satu-satunya hal terpenting pengambilan keputusan. Ada negosiasi antara pengambil kebijakan dan masyarakat sehingga terbuka tujuan-tujuan baru.

Pemberdayaan Tak Memberdayakan

Pada kesempatan yang sama, Prof Fakhrudin mengoreksi berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan luar sekolah yang ternyata tidak memberdayakan. Menurutnya, beberapa program pendidikan luar sekolah memiliki kebermanfaatan rendah bagi masyarakat sehingga perlu dievaluasi.

“Kalau berdasarkan penilaian kok kebermanfaataannya rendah, program harus dievaluasi. Bahkan kalau ternyata tidak memiliki kebermnafaatan, perlu dihentikan,” tandasnya.

Ia mengajukan paradigma baru pemberdayaan masyarakat dengan menempatkan masyarakat sebagai subjek. Secara konseptual, menurutnya, pendidikan luar sekolah harus dari, oleh, dan untuk masyarakat. Bahkan, PLS tidak hanya perlu diberikan kepada masyarakat tertinggal, tetapi juga untuk masyarakat perkotaan berpendidikan tinggi.

Prof Fakhrudin mengusulkan asesment (evaluasi) PLS yang memperhitungan tiga hal sekaligus, yakni konteks, latar belakang masyarakat, dan dampak. “Evaluasi dampak perlu jadi perhatian serius untuk memutuskan apakah sebuah program harus dilanjutkan atau tidak,” katanya.

Sumber: unnes.ac.id

7 Oktober Rapat Pleno Senat

Senat Universitas Negeri Semarang (Unnes) akan menyelenggarakan rapat pleno senat pada tanggal 7 Oktober 2013 pukul 12.30 sampai dengan selesai di ruang Senat Gedung H lantai 4. Rapat pleno senat membahas agenda persetujuan usulan profesor untuk Dr. Sugiharto, MS, dari FIK dan Dr. Teguh Supriyanto, M.Hum dari FBS. Selain itu, Rektor juga akan menyampaikan informasi universitas di forum tersebut. Rapat pleno akan dilanjutkan dengan rapat komisi yang dipimpin oleh ketua dan sekretaris komisi. Rapat komisi akan membahas rencana program kegiatan masing masing komisi sebagai bentuk penguatan fungsi senat. Rapat pleno senat akan dipimpin oleh Ketua Senat, Prof. Dr. Samsudi, M.Pd.

Dr. Ir. Priyantini disetujui untuk diusulkan profesor

Rapat pleno senat pada hari Selasa 27 Agustus 2013 sepakat menyetujui usulan profesor untuk Dr. Ir. Priyantini W., M.S dari FMIPA untuk dilanjutkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Alumni Ilmu Ternak IPB yang lulus tahun 2001 ini diusulkan memperoleh jabatan akademik profesor bidang Ekofisiologi Hewan. Selain menyetujui usulan profesor, rapat pleno juga menyetujui 12 dosen yang mengajukan jabaan akademik lektor kepala.
Rektor juga menyampaikan informasi universitas di hadapan rapat pleno mengenai penerimaan mahasiswa baru tahun 2013, dan penerimaan penghargaan Unnes sebagai instansi dengan layanan prima. Yang membanggakan adalah, di antara instansi peraih penghargaan layanan prima, Unnes meraih urutan pertama dengan total nilai tertinggi.

Prof. Etty dan Prof. Fakhrudin Ikuti Rapat Pleno Perdana

Prof. Dr. Etty Susiolowati dari Fakultas Ekonomi dan Prof. Dr. Fakhrudin, M.Pd. dari Fakultas Ilmu Pendidikan, besok Selasa, 27 Agustus 2013 pukul 13.00 akan mengikuti rapat pleno senat Unnes untuk pertama kalinya. Kedua profesor tersebut adalah profesor terbaru yang dimiliki Unnes berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di tahun ini. Sebelumnya, Prof Etty dan Prof Fakhrudin telah bersama sama anggota senat Unnes mengikuti upacara peringatan hari kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 2013 di lapangan FIK Unnes.

Rapat pleno senat tanggal 27 Agustus 2013 akan membahas agenda: persetujuan usulan profesor a.n. Dr. Ir. Priyantini Widiyaningrum, M.S., persetujuan usulan kenaikan pangkat a.n. Prof. Dr. Joko Widodo, M.Pd. dan Prof. Dr. Tri Marhaeni Puji Astuti, M.Hum, dan persetujuan usulan kenaikan pangkat/jabatan akademik lektor kepala kepada beberapa dosen Unnes. (M.K)

Prof. Dr. Siti Sundari Miswadi telah Menghadap ke YME

 

Anggota Senat Universitas Negeri Semarang yang juga profesor Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang (FMIPA-Unnes) Prof Dr Siti Sundari Miswadi MSi meninggal dunia di RS Karyadi Semarang, Selasa (2/7) pukul 17.00.

Dekan FMIPA Prof Wiyanto mengabarkan bahwa  “Almarhumah akan dikebumikan hari Rabu (3/7) di pemakaman Trunojoyo Banyumanik pukul 13.00 berangkat dari rumah duka Jalan Rasamala Raya No 26 RT 07/08 Banyumanik Semarang, kata Dekan FMIPA.

Sebelumnya, kata Dekan FMIPA akan diadakan upacara persemayaman jenazah di auditorium Unnes kampus Sekaran pukul 10.30.

Berdasarkan data di Bagian Kepegawaian, Prof Dr Siti Sundari Miswadi MSi lahir di Semarang, 18 April 1952. Dia masih aktif menjadi Guru Besar dengan pangkat terakhir Pembina utama (IV/e).

“Keluarga besar FMIPA berduka cita atas kepergian beliau. Semoga almarhumah diterima di sisi-Nya,” katanya.

Prof Dr Siti Sundari Miswadi MSi adalah doktor ilmu Kimia Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Pendidikan magister pada bidang lingkungan ia tempuh pada perguruan tinggi yang sama. Adapun pendidikan S1 ia tempuh di Universitas Negeri Semarang pada program Pendidikan Kimia.

Pisah Sambut Ketua Senat Unnes

Pisah sambut Ketua Senat Universitas Negeri Semarang (Unnes) dari Prof. DYP Sugiharto, M.Pd., Kons. kepada Ketua Senat baru Prof. Dr. Samsudi, M.Pd. berlangsung Jumat (4/1) di ruang Senat kampus Sekaran.

Prof. DYP. Sugiharto, M.Pd. Kons sekarang menjabat Koordinator Kopertis (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta) Wilayah VI Jawa Tengah.
Pisah sambut itu dibalut dalam acara rapat senat universitas yang dihadiri anggota senat universitas berlangsung cukup hikmat dan sederhana.

Prof. DYP. Sugiharto, M.Pd., Kons. mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah bekerjasama selama dirinya menjabat sebagi ketua senat Unnes.

Demikian pula ketua senat baru Prof. Dr. Samsudi, M.Pd. mengharapkan dukungan semua pihak agar dapat melaksanakan tugas sebagai ketua senat dengan baik. “Dukungan semua pihak sangat saya perlukan demi kelancaran tugas yang diembankan kepada saya,” ujarnya.
sumber: berita unnes.ac.id

Prof Samsudi Ketua Senat Unnes

Keputusan Rektor Unnes Nomor 335/P/2012 menetapkan Prof. Dr. Samsudi, M.Pd., sebagai Ketua Senat Unnes antar Waktu Periode 2011-2015 menggantikan Prof. Dr. DYP. Sugiharto, M.Pd., Kons. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Prof. DYP Sugiharto mengundurkan diri dari jabatan Ketua Senat setelah dilantik oleh Bapak Mendikbud sebagai Koordinator Kopertis Wilayah VI. Selamat memegang amanah baru baik untuk Prof DYP Sugiharto, maupun Prof Samsudi.

Pemilihan Ketua Senat antar waktu

Sehubungan dengan pengunduran diri Prof. Dr. DYP Sugiharto, M.Pd., Kons. sebagai Ketua Senat Universitas Negeri Semarang (Unnes), maka terjadi kekosongan jabatan Ketua Senat untuk melanjutkan sisa masa jabatan sampai 2015. Sebagaimana diberitakan dalam unnes.ac.id, Prof. Dyp (panggilan akrab beliau) telah dilantik oleh Mendikbud RI Mohammad Nuh menjadi Koordinator Kopertis wilayah VI menggantikan Prof. Mustafid. Rektor mengundang para anggota senat untuk melaksanakan rapat besok pada hari Selasa tanggal 4 Desember 2012 pukul 15.00 WIB untuk pemilihan Ketua Senat antar waktu melanjutkan sisa masa jabatan Prof. Dyp. Saat ini, para anggota senat yang memenuhi persyaratan telah menerima formulir pernyataan kesediaan untuk dicalonkan sebagai Ketua Senat. Formulir kesediaan dikumpulkan di sekretariat senat paling lambat hari Senin, 3 Desember 2012 pukul 14.00 WIB. Kita tunggu hasilnya, siapa Ketua Senat Unnes ?

PAK 9 Dosen Lolos untuk Diajukan ke Jakarta

Sebanyak 9 dari 10 dosen yang mengajukan Penilaian Angka Kredit (PAK) menuju jabatan Lektor Kepala, telah disetujui oleh Rapat Pleno Senat yang diselenggarakan pada tanggal 8 November 2012. Untuk selanjutnya berkas akan diajukan ke Jakarta untuk memperoleh penilaian di tingkat pusat. Ke 9 dosen tersebut adalah: Dra. Ufi Saraswati, M.Hum (FIS), Drs. Tukidi, M.Pd. (FIS), Saptariana, S.Pd., M.Pd. (FT), Dra. Marwiyah, M.Pd. (FT), Dra. Widowati, M.Pd. (FT), Ir. Sri Wahyuni, M.Si (FMIPA), Drs. Wuryanto, M.Si. (FMIPA), Drs. Mosik, MS. (FMIPA), dan Drs. Margono, M.Kes. (FIK). Sedangkan Rahma Hayati, S.Si., M.Si. dinyatakan belum lolos, dan harus menambah kum B.b yang belum cukup memenuhi jumlah minimal.