Finalisasi Draf SK Rektor tentang Profesor Tidak Tetap

prof tidak tetap-rPeraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  Nomor 88 Tahun 2013 tentang Pengangkatan Dosen Tidak Tetap dalam Jabatan Akademik pada Perguruan Tinggi membuka peluang Perguruan Tinggi untuk mengusulkan dosen tidak tetap menduduki jabatan akademik Profesor. Menindaklanjuti peluang tersebut,  Kamis, 17 Desember 2015 Senat Universitas Negeri Semarang menggelar rapat pleno untuk menyusun draf Surat Keputusan Rektor terkait hal tersebut. Pembahasan ini merupakan tindak lanjut dari rapat pleno sebelumnya pada 12 November 2015. Dalam rapat yang dipimpin oleh Ketua Senat ini, berbagai pertimbangan diberikan oleh anggota. Memperhatikan usulan anggota, Senat UNNES menetapkan beberapa syarat untuk dapat diusulkan menjadi Profesor tidak tetap di antaranya adalah calon harus berasal dari prodi atau perguruan tinggi terakreditasi minimal B, memiiki ilmu yang sangat dibutuhkan untuk pengembangan ilmu di Universitas Negeri Semarang, dan mendapatkan tingkat internasional di bidang ilmunya. Persyaratan selengkapnya, disetujui oleh rapat pleno senat untuk dituliskan dalam SK Rektor. Continue reading “Finalisasi Draf SK Rektor tentang Profesor Tidak Tetap”

Pengangkatan Profesor Tidak Tetap

Kamis, 12 November 2015 Senat UNNES menggelar pleno untuk memberikan masukan terhadap draft Peraturan Rektor tentang Pengangkatan Profesor Tidak Tetap di Universitas Negeri  Semarang. Rapat dipimpin oleh Ketua Senat Prof. Dr. Soesanto, M.Pd. dan Sekretaris Dr. Achmad Rifa’I RC, M.Pd. Rapat pleno ini merupakan tindak lanjut dari pembahasan yang dilaksanakan di rapat-rapat komisi.

Rapat diawali dengan informasi kelembagaan oleh Rektor. Dalam sambutan awal, Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum menyampaikan permohonan kepada senat untuk memberikan pertimbangan terhadap draft yang telah dirancang. Pada bagian lain, Rektor menyampaikan informasi terkait kebijakan yang akan dan telah dijalani UNNES. Rektor menyampaikan bahwa saat ini, UNNES telah menjalankan pendidikan konservasi secara lebih jelas. Melalui konsep learning by doing, UNNES menyelenggarakan pendidikan konservasi melalui kegiatan yang bersifat kebersamaan. Di antaranya adalah kegiatan menanam bersama, menari bersama, membuat biopori bersama dan menggelar event massal seperti parikan konservasi.

Pada bagian lain, Rektor mengharapkan partisipasi civitas akademisi untuk meningkatkan reputasi UNNES. Untuk meningkatkan reputasi UNNES di kawasan regional/internasional, Rektor mendorong prodi-prodi yang telah terakreditasi A untuk mendapatkan akreditasi tingkat regional atau internasional dan menjalin kerjasama double degree dengan perguruan tinggi ternama di luar negeri. UNNES mendorong publikasi karya ilmiah dosen melalui jurnal terindeks Scopus. “UNNES melaksanakan program pendampingan pra jurnal, dan pemberian reward bagi dosen yang berhasil mempublikasikan karyanya di jurnal terindeks Scopus”, kata Rektor.

Memasuki acara inti, Ketua Senat memberi kesempatan kepada masing-masing komisi untuk memaparkan hasil pembahasan. Komisi senat banyak memberikan masukan pada persyaratan dari calon Profesor Tidak Tetap yang akan diangkat. Untuk merangkum semua masukan, ketua senat mengagendakan pertemuan Pimpinan Senat beserta Ketua dan Sekretaris Komisi untuk merumuskan masukan final.

Senat Sahkan Kurikulum UNNES 2015

pleno kurikulumRabu, 16 September 2015, Rapat Pleno Senat UNNES secara resmi mengesahkan kurikulum baru. Sebelum pengesahan, Pembantu Rektor Bidang Akademik memaparkan bahwa setelah melalui pembahasan selama 7 bulan, sebanyak 124 kurikulum prodi jenjang S-1, S-2 maupun S-3, telah selesai menyusun kurikulum baru. Langkah-langkah pengembangan dan produk kurikulum prodi, disajikan secara rinci. “Kurikulum baru ini bernama Kurikulum UNNES 2015 (KKNI dan Konservasi)”, kata Prof. Dr. Rustono, M.Hum.

Sebelumnya, Rektor UNNES menyampaikan berbagai informasi kelembagaan. Di antaranya adalah hasil menggembirakan terkait tes bebas narkoba bagi mahasiswa baru 2015. “Sebanyak 6.160 mahasiswa baru angkatan 2015, semuanya bebas narkoba”, ungkap Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum. Atas prestasi tersebut, Rektor mewakili UNNES, menerima piagam penghargaan dari Kemenpora. Rektor juga menyampaikan bahwa Program Pengenalan Akademik (PPA) dan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) telah terlaksana dengan baik. Badan Eksekutif Mahasiswa menjadikan kegiatan penerimaan mahasiswa baru sebagai momen untuk launching logo baru UNNES yang berlangsung dengan sangat meriah.

Rapat senat diakhiri dengan pemilihan Ketua Komisi Etika Kehidupan Kampus, pengganti Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd. yang mendapat tugas baru sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang. Terpilih Dr. Triyanto, M.A, dan Dr. Awalya, M.Pd., Kons.  masing-masing sebagai Ketua dan Sekretaris Komisi Etika Kehidupan Kampus

Rapat Pleno Senat

Pimpinan Senat Univeritas Negeri Semarang mengharap kehadiran seluruh anggota senat pada rapat yang akan dielenggarakan pada Rabu, 16 September 2015 pukul 13.00 di Ruang Senat Gedung H Lantai 4. Agenda yang dibahas adalah pengesahan Kurikulum UNNES 2015, Pemilihan Ketua Komisi Etika Kehidupan Kampus, dan penyampaian informasi oleh Pimpinan Universitas. Undangan tertulis dikirim ke unit masing-masing.

Optimalisasi Website Senat

RAPAT WEBSITEOptimalisasi website senat sebagai media informasi, publikasi dan dokumentasi perlu dilakukan. Menindaklanjuti hal tersebut, Pimpinan Senat Universitas Negeri Semarang mengadakan pertemuan dengan dengan Kepala BPTIK dan tiga  aggota senat pada Rabu, 9 September 2015. Ketua Senat, Prof. Dr. Soesanto, M.Pd. berharap website senat mempunyai peran aktif sebagai media publikasi dari segala aktivitas pimpinan, komisi dan anggota senat universitas.

BPTIK telah menyediakan laman khusus di senat.unnes.ac.id. Kepala BPTIK Prof. Dr. Supriyadi, M.Si berharap produk-produk hukum, hasil rapat dan informasi kegiatan senat, dapat disampaikan melalui website, sehingga apa yang dikerjakan dan dihasilkan oleh senat dapat diketahui civitas akademik dan  masyarakat umum. Dalam pertemuan di Sekretariat Senat Gedung H Lantai 4 tersebut, Prof. Dr. Ir. Bambang Haryadi M.Sc. mengusulkan adanya wadah untuk berdialog secara online antar anggota senat, serta dibentuk semacam Dewan Redaktur yang dapat berperan untuk menyaring content berita yang diunggah. Prof. Dr. Sucihatiningsih Dian W.P., M.Si yang juga turut hadir dalam pertemuan tersebut berharap anggota senat turut berperan serta dalam mempublikasikan karyanya melalui website senat.

Jadwal Pemilihan Rektor

Sehubungan dengan akan berakhirnya masa jabatan Rektor periode 2010-2014, Universitas Negeri Semarang (Unnes) akan memilih rektor periode 2014-2018.

Pemilihan rektor dilaksanakan sesuai Permendikbud Nomor 33 Tahun 2012. Rektor dipilih oleh anggota Senat Universitas dan Mendikbud dengan rasio suara 65: 35.

Badan Pekerja Senat Pemilihan Rektor 2014 merilis, penjaringan calon rektor dimulai 5 Mei 2014. Sosialisasi  di tingkat fakultas diadakan 5 sampai 12 Mei 2014. Panitia juga akan mengirim surat kepada dosen yang memenuhi syarat sebagai bakal calon rektor. Bagi dosen yang bersedia mencalonkan diri, surat kesediaan dikirimken kepada panitia pada 5 – 15 Mei.

Seleksi administrasi akan dilaksanakan pada 19 Mei 2014. Calon yang memenuhi syarat administrasi akan diumumkan pada 20 Mei 2014. Pada hari yang sama panitia akan menetapkan bakal calon rektor. Selanjutnya, pada 22 Mei bakal calon dijdawalkan menyampaikan visi dan misi pada sidang senat. Pada hari yang sama, akan ditetapkan calon rektor.

Calon tetap dijadwalkan menyampaikan visi dan misi pada 28 Mei 2014. Adapun pemilihan rektor oleh anggota senat akan dilaksanakan pada 26 Juni 2014.

sumber: unnes.ac.id

Pemberlakuan Aturan Baru untuk Kenaikan Jabatan Fungsional Dosen

Edaran Dirjen Dikti no. 177/E.E4/AJ/2014 tentang Perlakuan Usulan Kenaikan Jabatan Pangkat Dosen terkait Permenpan 17 tahun 2013 dan Permenpan 46 tahun 2013

Isinya:

1. Berkas usulan kenaikan pangkat/jabatan fungsional dosen yang masuk Universitas sebelum tanggal 10 Maret 2014 dan sudah diterima Ditjen Dikti sebelum tanggal 10 Mei 2014 akan dinilai dengan ketentuan lama sesuai Kepmenkowasbangpan No.38/KEP/MK.WASPAN/8/1999 tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya dengan Lampiran: I II III  atau langsung di SINI

2. Berkas usulan kenaikan pangkat/jabatan fungsional dosen yang masuk di Universitas sebelum tanggal 10 Maret 2014 dan diterima Ditjen Dikti setelah tanggal 10 Mei 2014 akan dikembalikan untuk dinilai ulang PT/Kopertis dengan ketentuan baru sesuai PerMenpan no. 46 Tahun 2013 tentang Perubahan atas PerMenpan no.17 Tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional dosen dan 6 Lampiran

3. Berkas usulan kenaikan pangkat/jabatan fungsional dosen yang masuk di Universitas SETELAH tanggal 10 Maret 2014 agar dinilai sesuai kententuan baru ( Permenpan no. 17 tahun 2013 dan Permenpan no.46 Tahun 2013)

Foto kopi Surat Edaran Dirjen Dikti dapat dilihat di Sekretariat Senat.

Pendaftaran SNMPTN, Siswa dan Kepala Sekolah Diharap Cermat

Sekolah dan siswa dihimbau supaya cermat dalam mengikuti proses Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014. Kecermatan diperlukan sejak sekolah mulai mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), verifikasi oleh siswa, dan pendaftaran oleh siswa.

Pembantu Rektor Bidang Akademik Dr Agus Wahyudin MSi menegaskan hal itu saat menyosialisasikan SNMPTN kepada kepala sekolah se-Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Kendal, Kamis (16/1) di Auditorium Unnes Kampus Sekaran Gunungpati.

“Kesalahan kecil yang dilakukan kepala sekolah dan mengabaikan sistem, berdampak siswa gagal mendaftar. Karenanya mekanisme ini perlu disampaikan kepada seluruh guru dan siswa di sekolah masing-masing,” tuturnya di hadapan lima ratusan peserta sosialisasi.

Agus Wahyudin mengungkapkan, sekolah yang siswanya diperbolehkan mengikuti SNMPTN adalah sekolah yang memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan mengikuti ujian nasional. Keikutsertaan sekolah untuk mengikuti seleksi nasional itu sangat bergantung dari keaktifan sekolah dan siswanya dalam mengikuti aturan yang ditetapkan panitia SNMPTN.

Sementara itu, Ketua Badan Pengembangan Teknologi dan Informasi (BPTIK) Unnes Sugiyanto MSi menambahkan, hal yang perlu diperhatikan dalam pengisian PDSS, kepala Sekolah harus bertanggung jawab penuh atas pengisian PDSS. “Kejujuran sangat diharapkan dalam proses ini,” tegasnya.

Namun, lanjutnya, siswa diharuskan melakukan verifikasi data untuk mengonfirmasi bahwa data yang diisikan oleh kepala sekolah adalah benar. Jika siswa tidak melakukan verifikasi, secara otomatis data yang diisikan oleh Kepala Sekolah dianggap benar.

“Untuk itu, dalam mengisikan data di PDSS sekolah tidak terlalu dekat dengan penutupan, agar siswa memperoleh waktu yang cukup untuk verifikasi,” ujar Sugiyanto.

Adapun, siswa yang berhak mengikuti SNMPTN, kata Sugiyanto, adalah yang memiliki rekam jejak prestasi akademik di PDSS, mengikuti ujian nasional pada 2013 atau 2014, memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan terdaftar di PDSS, serta memiliki nilai rapor semester 1 sampai semester 5 yang diisikan datanya ke PDSS.

Berbeda dengan SNMPTN 2013, lanjutnya, pada 2014 setiap siswa dapat memilih sebanyak-banyaknya tiga program studi di dua PTN dengan ketentuan di satu PTN memilih maksimal dua program studi. “Apabila memilih dua PTN, salah satunya harus berada di provinsi yang sama dengan asal sekolah, Jika memilih satu PTN dapat di mana saja,” papar Sugiyanto

Pengisian PDSS dimulai pada 6 Januari hingga 6 Maret 2014. Pendaftaran SNMPTN dilaksanakan pada 17 Februari hingga 31 Maret 2014. Adapun proses seleksi dilakukan pada 1 April hingga 26 Mei 2014 dan hasilnya akan diumumkan pada 27 Mei 2014.

 

sumber: unnes.ac.id

Prof Sugiyo Bimbing Siswa SD Meraih Cita-Cita

Di tengah-tengah keasyikan siswa kelas IV A SD Islam Istiqomah Ungaran Semarang, pakar Bimbingan dan Konseling Prof Dr Sugiyo MSi memberikan motivasi meraih cita-cita dengan pembelajaran aktif, Kamis (5/12).

Profesor Bimbingan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang (FIP Unnes) ini menunjukkan kemahirannya mengolah topik pembelajaran di kelas tanpa pemberitahuan pada siswa sebelumnya.

“Apa yang harus dilakukan untuk meraih cita-cita?”, tanyanya setelah mendengar beragam cita-cita siswa.

“Belajar,” kompak siswa menjawab dengan teriakan khas anak-anak.

Tak berhenti di situ, siswa diberikan pemahaman tentang bagaimana cara mereka untuk meraih cita-cita.

Sama halnya dengan kelas IV A, Prof Sugiyo juga tampil dikelas IV B tanpa pemberitahuan. Sontak riuh tepuk tangan siswa menyambut kedatangannya.

Menurut Muhajir, salah seorang guru SD Islam Istiqomah, program Professors Go To School mampu memberikan motivasi bagi siswa dalam memperoleh gambaran sosok seorang profesor.

“Selain itu, kehadiran Prof Sugiyo sangat membantu dalam mengatasi permasalahan penerapan Kurikulum 2013,” tambahnya.

Seusai mengajar, Prof Sugiyo bersama Kepala Sekolah Maskur SPdI dan beberapa guru berdikusi mengenai kesulitan penerapan Kurikulum 2013. Penilaian bagi siswa SD dalam Kurikulum 2013 memang menjadi kendala guru. Sebagian besar guru menyampaikan kesulitannya dalam memberikan penilaian rapot kepada siswa karena berbentuk deskriptif.

“Tidak ada patokan kalimat yang standar untuk memberikan nilai A bagi siswa,” kata Maskur SPdI dalam diskusi di ruang perpustakaan SDI Istiqomah.

“Seharusnya, memang ada semacam kesepakatan antarguru minimal se-Unit Pelaksana Teknis Dinas Daerah mengenai penilaian tersebut,” ungkap Prof Sugiyo memberikan solusi dan berjanji akan menyampaikan permasalahan guru pada pihak terkait.

Sumber: unnes.ac.id

Dari Prof Hardi untuk 100 Guru MTs soal Kurikulum

Di hadapan lebih dari 100 guru Madrasah Tsanawiyah (MTs), Prof Hardi Suyitno, pakar matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (Unnes) menyampaikan materi Implementasi Kurikulum 2013. Forum yang dikemas dalam bentuk seminar itu digelar pada Minggu (1/12), di MTs Asy Syarifah Kecamatan Mranggen Demak.

Prof Hardi sengaja memilih turun ke MTs, “di lingkungan kementerian Agama khususnya MTs sama sekali belum terjamah, agar penerapan kurikulum baru ini lebih baik, lancar maka perlu pendampingan dan mengenalkan kepada mereka,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan, menurut sahabat Nabi Muhammad SAW, Ali bin Abu Tholib, “Didiklah anak-anakmu, kelak mereka akan mengalami jaman yang berbeda”. “Ini bukti bahwa hidup itu dinamis, begitu juga kurikulum, senantiasa berubah sesuai kondisi zaman,” katanya.

Menurut Prof Hardi, perubahan kurikulum sebuah keniscayaan. “Sekolah itu bagaikan negara. Di dalammya ada sistem yang secara dinamis berubah dan berkembang. Kepala madrasah dan guru bagian dari sistem itu,” katanya.

Prof Hardi mengibaratkan sebuah keluarga yang ingin masak nasi goreng, sebagai bahan dasarnya adalah nasi, sedangkan bumbu yang lain, ingin rasa apa, campurannya apa, yang biasa atau spesial tergantung kepada keinginan anggota keluarga.

Sedangkan negara, dasarnya Pancasila, sekolah, panduannya kurikulum, Kepala sekolah, guru, bagian integral dari itu. “Syarat yang harus dipenuhi agar pembelajaran berkualitas, pengembangan kurikulum sesuai dengan prosedur yang benar, waktu yang memadai, oleh orang-orang yang berkompeten dan siap serta supervisi yang baik,” katanya.

Dia menyatakan perlunya kerja sama antara sekolah dan pemangku kepentingan, perguruan tinggi. Karena MTs di bawah Kementerian Agama, maka ia harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai agama termasuk karakter ke dalam setiap mata pelajaran.

Drs Ngabiyanto MSi selaku koordinator program mengemukakan, seminar yang dilaksanakan dalam program Professors Go to Schools ini tidak hanya untuk satu sekolah di MTs Asy Syarifah, tetapi sampai juga MTs se-Kecamatan Mranggen.

Menurutnya, program ini sengaja diluncurkan Unnes untuk membantu mencairkan masalah di sekolah terkait dengan pembelajaran, terutama dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013.

“Sebagai jenderalnya perguruan tinggi, sosok profesor yang bertandang dan mengajar di sekolah, diharapkan jadi inspirasi dan motivator bagi guru maupun siswa dalam meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujarnya.

Sementara itu, Ulin Nuha SS, Kepala MTs Asy Syarifah menyambut gembira prakarsa tersebut. Dia berkata, MTs yang dipimpinnya dan sekolah pada umumnya di Mranggen sangat membutuhkan kehadiran profesor.

Drs Pribadi MAg, pengawas MTs Mranggen mengapresiasi program ini. Dia mengemukakan, dengan pendampingan dan pembimbingan Prof Hardi, harapannya guru guru MTs akan paham membuat dan menyajikan perangkat pembelajaran yang benar sesuai dengan amanah kurikulum.

Sumber: unnes.ac.id